Senin, 06 Juli 2026

MPLS RAMAH UNTUK SD HARI PERTAMA

 Apa itu MPLS Ramah?

 



Kegiatan pertama murid baru yang menghormati hak anak dan membangun pengalaman belajar positif.

MPLS Ramah adalah kegiatan pertama bagi murid baru untuk menumbuhkan
dan memperkuat karakter serta profil lulusan, dengan memuliakan dan
menghormati hak anak melalui pengalaman belajar yang berkesadaran,
bermakna, dan bergembira.

Ramah Anak                     Ramah Lingkungan                     Ramah Biaya


MPLS Ramah anti segala bentuk kekerasan, perundungan, intoleransi, dan penindasan.
Sekolah diharapkan menjadi “rumah kedua” yang aman, nyaman, bahagia, tenang, dan damai.

 

Adapun kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan pada hari pertama MPLS Ramah sebagai berikut:

 1. Salam Sapa Murid Baru (sebelum kegiatan pembelajaran dimulai)

    Alur Kegiatan

     1) Guru dapat memutar lagu jinggel MPLS Ramah yang berjudul “Hari Baru” dan lagu “ Rukun sama teman”  untuk membangun suasana positif bagi murid.
    2) Guru berdiri di pintu gerbang atau depan kelas untuk menyambut murid dan orang tua/wali dengan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun).
    3) Guru memasangkan tanda pengenal kepada murid sesuai dengan nama masing-masing.
    4) Guru mengarahkan murid untuk memasuki lingkungan sekolah dengan tertib dan penuh semangat.
 
2. Upacara Bendera (30 menit)
 
    Alur Kegiatan
 
    1) Guru dan tenaga kependidikan menyiapkan lokasi upacara dengan tertib.
    2) Murid berkumpul, guru memutar jinggel MPLS Ramah dan lagu “Rukun Sama Teman” (tautan jinggel MPLS.
    3) Murid melaksanakan upacara bendera.
    4) Susunan upacara dapat dilihat pada tautan: http://s.id/seupacarabendera.28
    5) Sambutan dari kepala sekolah (berisi ucapan selamat datang, harapan, visi dan misi sekolah, dimensi profil lulusan, dan motivasi kepada murid baru).
    6) Setelah upacara bendera selesai, peserta upacara menyanyikan dan/atau mendengarkan lagu “Rukun Sama Teman” bersama-sama.
    7) Pembawa acara menutup acara dan murid diarahkan mengikuti kegiatan berikutnya. 

 3. Pengkondisian Kelas dan Jeda Ceria (10 menit)

    Alur Kegiatan

     1) Guru dapat memutar musik lembut, lagu sapaan pagi, atau lagu “Hari Baru”. Murid diajak duduk      rapi dan tenang di tempat.
    2) Guru menyapa murid dengan ceria, misalnya: (1) “Selamat pagi murid-murid!”; (2) “Pagi ini siapa yang bangun pagi ya?”; atau (3) “Siapa yang sudah sarapan?”

    3) Guru memutarkan video jeda ceria dan murid mengikuti bersama-sama.
    4) Guru memberi yel-yel penyemangat.
    5) Guru memberi semangat dan mengajak murid melanjutkan kegiatan berikutnya.

4. Kenali Diri (25 menit)

    Alur Kegiatan

     1) Sebelum memulai kegiatan, guru mengajak murid berdoa dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena sudah diberikan kesempatan hidup dan sehat sampai hari ini.
    2) Murid menyaksikan video  yang ditayangkan oleh guru, kemudian bernyanyi bersama mengikuti video tersebut.
    3) Murid mengenal bagian tubuh dengan cara melihat, merasakan, dan menggerakkan bagian tubuhnya dengan gerak dan lagu “Bagian Tubuhku”. Jika tidak memungkinkan untuk menonton bersama, disilakan guru untuk menonton dan menghafal lagu.
    4)Beberapa murid diberikan kesempatan untuk berkaca pada cermin dan menggerakkan setiap bagian tubuh, lalu memberikan pendapat secara bergiliran tentang apa yang bisa mereka lakukan dengan anggota
tubuhnya.
    5) Guru memberi pertanyaan pemantik seperti “Adakah yang tahu siapa yang menciptakan tubuh hebat kita?” Guru mengulang semua jawaban anak dan memberi simpulan bahwa menghargai setiap ciptaan Tuhan adalah cara berterima kasih kepada Tuhan.
    6) Guru memberikan pendampingan dengan menggunakan boneka untuk menarik perhatian anak, Kalau ini tanganku yang hebat, tanganku ini bisa membawa makanan banyak.”
    7) Anak diminta untuk berdiri dan menggerakkan kaki. Guru menyampaikan, “Ini kaki. Kaki itu hebat karena bisa membawa kita pergi ke berbagai tempat. Menurutmu, bagian tubuh mana lagi yang hebat?”
    8)Anak diminta untuk menutup mata selama 5 detik. Guru menyampaikan bahwa tubuh kita adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
    9) Guru membimbing anak untuk mengucapkan terima kasih kepada Tuhan dengan memeluk tubuh sendiri sebagai rasa syukur atas apa yang sudah diberikan oleh Tuhan dengan cara menggunakan setiap
anggota tubuhnya untuk hal yang baik.
    10) Guru melakukan refleksi atau umpan balik bersama anak, “Hari ini kita belajar apa, ya, anak-anak? Siapa hari ini yang merasa senang? Apakah ada yang merasa sedih?”
    11) Guru memberikan penguatan, “Hari ini kita belajar bahwa semua yang ada di tubuh kita itu adalah ciptaan Tuhan. Kita harus berterima kasih kepada Tuhan yang telah menciptakan kita dengan cara menjaga diri sendiri dan menggunakan diri kita untuk hal yang baik.”

 5. Kenali Teman dan Guru (25 menit)

    Alur Kegiatan

    Permainan Bola Kenalan


    1) Murid diminta duduk atau berdiri membentuk lingkaran.
    2) Guru memulai permainan dengan memperkenalkan nama terlebih dahulu, dilanjutkan dengan melempar bola kepada salah satu murid sambil mengajukan pertanyaan sederhana, misalnya: “Apa warna
kesukaanmu?” atau “Permainan apa yang kamu sukai?”
    3) Murid yang menerima bola memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap dan menjawab pertanyaan yang diberikan. Contoh: “Nama saya Arga Setiawan. Saya suka bernyanyi.”
    4) Sebagai variasi, guru dapat meminta murid mengambil kartu pertanyaan untuk dijawab sebelum melempar bola kepada teman berikutnya.
    5) Murid kemudian melempar bola kepada teman lain secara bergantian sambil mengajukan pertanyaan sederhana atau menggunakan kartu pertanyaan yang tersedia.
    6) Kegiatan dilanjutkan hingga seluruh murid memperoleh giliran memperkenalkan diri dan menjawab pertanyaan.
    7) Guru mengajak seluruh murid berbaris rapi berjajar seperti kereta api.
    8) Guru memimpin murid berjalan keliling area sekolah, misalnya melewati ruang guru atau ruang kepala sekolah.
    9) Ketika berpapasan dengan guru lain, murid diajarkan mempraktikkan cara menyapa yang formal, tetapi hangat: mengangguk, tersenyum, dan mengucapkan, "Halo Bapak/Ibu, nama saya [Nama Murid], saya dari kelas [Kelas]. Salam kenal!"
    10)Guru menutup kegiatan dengan menyampaikan kesan positif, memberikan apresiasi, dan memuji keberanian murid dalam memperkenalkan diri.


    Permainan Mengenal Warna (jika waktu masih ada)
    1) Guru mengenalkan jenis warna kepada murid.
    2) Guru menanyakan warna favorit murid.
    3) Guru meminta murid untuk berkelompok sesuai dengan warna favorit atau kesukaan, misalnya dengan pertanyaan arahan, “Siapa yang suka baju warna kuning?”, lalu anak yang suka baju warna kuning akan berkelompok dan saling berkenalan. 

6. Makan Sehat dan Bergizi (30 menit)

Alur Kegiatan

    1) Guru menyiapkan area makan bersama yang bersih dan nyaman (di dalam kelas atau area terbuka`dengan meletakkan makanan di meja dan tidak di bawah/lantai).
    2) Guru menyapa murid dan menjelaskan pentingnya makan dan sehat bergizi serta nilai kebersamaan dalam makan bersama.
    3) Guru memperkenalkan makanan sehat dan bergizi. Guru bisa menunjukkan contoh makanan sehat dan bergizi sesuai dengan poster “Isi Piringku” (jika ada) atau mengajak murid menunjukkan isi
makanan mereka dan menyebutkan nutrisi dan manfaatnya (dengan bantuan orang tua/wali).
    4) Guru mengarahkan murid untuk mencuci tangan sebelum makan dan menjaga kebersihan.
    5) Guru dan murid duduk rapi dan makan bersama dengan tertib.
    6) Guru meminta murid untuk memimpin doa sebelum makan. Guru sesekali mengingatkan adab makan yang baik, misalnya tidak bicara saat makan dan makan menggunakan tangan kanan.
    7) Guru mengajak murid merapikan peralatan makan dan berdoa setelah makan.
    8) Guru mengajak murid untuk bertanggung jawab membersihkan area makan dan membuang sampah pada tempatnya.
    9) Guru mengajak murid berbagi cerita tentang makanan favorit mereka dan alasannya.
    10)Guru kemudian memberikan tanggapan ringan sekaligus mengingatkan pentingnya memilih makanan yang sehat dan bergizi. Hindari makanan yang mengandung 4P (pewarna, pengawet, perasa,
dan pemanis buatan). 

7. Tur Sekolah “Menemukan Harta Karun” dan Kesiapsiagaan Bencana (40 menit )

    Alur Kegiatan

    1) Guru menjelaskan tujuan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah serta aturan permainan.
    2) Guru membentuk kelompok dengan rincian sebagai berikut.
        a) Murid baru dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. Tiap kelompok terdiri atas 5–8 murid (atau menyesuaikan dengan kondisi sekolah).
        b) Setiap kelompok didampingi oleh 2–3 orang kakak kelas (jumlah pendamping menyesuaikan dengan kondisi sekolah).
        c) Masing-masing kelompok diberi identitas (warna pita, nama kelompok, dan sebagainya).
    3) Setiap kelompok menerima satu petunjuk awal dalam bentuk surat berisi teka-teki lokasi tujuan. Contoh: “Aku tempat buku bersemayam, di sini ilmu kau temukan. Cari aku di ruang yang tenang. Petunjuk berikutnya, di bawah meja panjang.” (Tempat: mengarah ke perpustakaan).
    4) Kelompok bergerak menyusuri petunjuk secara bergantian, mengunjungi lokasi seperti ruang kelas, toilet, perpustakaan, lapangan, UKS, titik kumpul, dan lainnya sesuai dengan kondisi sekolah.
    5) Guru menginstruksikan untuk tidak mendorong, tidak berlari, dan tidak berisik (pesan kunci umum kesiapsiagaan bencana) saat rute menuju titik kumpul.
    6) Ketika sampai di tempat titik kumpul, guru yang menunggu pos “kesiapsiagaan” menyampaikan, “Anak-anak, kalau terjadi bencana seperti gempa bumi atau kebakaran, kita harus segera pergi ke tempat
yang aman. Tempat aman itu disebut titik kumpul. Titik kumpul biasanya ada di halaman sekolah, lapangan, atau tempat terbuka yang jauh dari bangunan dan benda berbahaya. Di sanalah kita semua
berkumpul bersama guru dan teman-teman setelah keluar dari kelas.”
    7) Masih di titik kumpul: Guru juga menyampaikan, “Kenapa kita harus ke titik kumpul?” ... “Supaya guru bisa menghitung semua murid, memastikan kita selamat, dan supaya kita bisa tenang bersama-sama
sambil menunggu bantuan. Jadi, kalau ada latihan atau kejadian bencana, dengarkan arahan guru, jalan dengan tertib, dan segera menuju titik kumpul ya!”
    8) Guru mengajak murid bernyanyi, bisa menggunakan lagu “Berlutut, Berlindung, bertahan” (irama lagu becak-becak)".

                                    “BERLUTUT, BERLINDUNG, BERTAHAN”
                                                    (Irama lagu becak-becak)
                                                BUMI BENTUKNYA BULAT
                                                 LEMPENG DI KULIT BUMI
                                              JIKA LEMPENG BERTUMBUK
                                                    TERJADI GEMPA BUMI
                                            RUMAHKU PUN BERGOYANG
                                             AKU LANGSUNG BERLUTUT
                            BERLINDUNG, BERTAHAN, SAMBIL BERPEGANGAN
 

    9) Selanjutnya, guru menjelaskan jalur evakuasi sampai ke titik kumpul yang ada di sekolah dan menyampaikan pesan kunci saat evakuasi, yaitu jangan berisik, jangan berlari, jangan mendorong, dan jangan kembali. Murid diajak untuk mengingat pesan kunci evakuasi sambil bernyanyi dan memperagakan lagu “Jangan Berlari, Berisik, Mendorong, Kembali (BBMK)”. 

lirik 

                                                                JANGAN BBMK

                                                (irama lagu “Potong Bebek Angsa”)
                                        KALAU ADA GEMPA LINDUNGI KEPALA
                                           KALAU ADA GEMPA INGAT BBMK
                                                           JANGAN BERLARI
                                                            JANGAN BERISIK
                                                        JANGAN MENDORONG
                                                       DAN JANGAN KEMBALI 

    10) Guru mengatur rute agar tidak terjadi penumpukan di satu lokasi.
    11) Di lokasi terakhir, kelompok akan menemukan “harta karun” sebagai simbol keberhasilan dan hadiah kecil dari sekolah.
    12) Semua kelompok berkumpul kembali di titik awal (lapangan, aula, atau area yang telah ditentukan).
    13) Guru memberikan apresiasi dan menyimpulkan kegiatan dengan mengajak murid berbagi pengalaman singkat.

 

8. Giat Bersih "Operasi Semut" ( 5 menit )

    Alur Kegiatan 

    1) Guru mengajak murid menjaga kebersihan sebelum pulang.
    2) Guru mengajak murid mengecek area sekitar meja masing-masing, apakah ada sampah atau barang yang berserakan.
    3) Guru mengajak murid mengumpulkan sampah kecil (kertas, plastik, dll.) dan membuangnya ke tempat sampah yang tersedia dengan memilah sampah organik (tempat sampah berwarna hijau), anorganik
(tempat sampah berwarna kuning), dan B3 (tempat sampah berwarna merah).
    4) Guru mengajak murid memastikan semua perlengkapan sekolah (tas, buku, alat tulis, dan bekal) sudah dibawa serta tidak tertinggal di kelas.
    5) Guru mengajak murid untuk merapikan meja dan kursi agar kembali rapi seperti semula.
    6) Guru memastikan kebersihan kelas sudah terjaga. 

 9. Refleksi Ceria dan Lagu Penutup ( 10 menit )

    Alur Kegiatan

     1) Guru mengajak murid dan orang tua/wali murid duduk melingkar atau tetap di tempat dengan suasana santai.
    2) Guru menanyakan secara singkat, “Apa kegiatan favoritmu hari ini?”, “Bagaimana perasaanmu?”, dan “Apa hal baru yang kamu temukan hari ini?”. Bisa dengan menunjuk beberapa murid untuk berbagi, “Apakah kamu ingat penanda yang ada di sekolah?” atau “Apakah kamu tahu kalau terjadi bencana berkumpul dimana?”
    3) Guru menyampaikan gambaran singkat kegiatan esok hari dan mengajak murid untuk tetap semangat dan antusias. Selain itu, guru juga memotivasi murid agar berani bermain dan belajar di sekolah bersama bapak/ibu guru dan teman-teman. Contoh: “Besok kita akan belajar mengenal teman lebih dekat lewat permainan yang seru, jadi jangan lupa datang dengan semangat, ya!”, “Oh iya, karena besok kita akan bermain permainan seru lagi, besok murid-murid di sekolah dengan bapak/ibu guru dan teman-teman saja, ya! Orang tua/wali murid mengantar sampai depan gerbang saja, ya!”
    4) Guru dan murid menyanyikan lagu ceria bersama sebagai penutup kegiatan hari ini. Pilih lagu yang mudah, positif, dan menyenangkan. Pilihan lagu dari album Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

    10. Doa dan Penutup ( 5 menit )

    Alur Kegiatan

    1) Guru mengajak murid duduk rapi dan tenang untuk menutup kegiatan.
    2) Guru memimpin doa secara khidmat sesuai dengan agama dan keyakinan murid masing-masing.
    3) Guru menyampaikan apresiasi atas partisipasi murid dan mengingatkan untuk datang tepat waktu esok hari.
    4)Guru mengarahkan murid untuk keluar kelas dengan tertib dan rapi. 

 

Demikian alur kegiatan MPLS Ramah jenjang SD di hari pertama. Alur kegiatan di atas tidak mutlak, bisa disesuaikan dengan kondisi guru dan lingkungan sekolah masing-masing. 

    Demikian kegiatan MPLS Ramah untuk hari pertama, untuk hari berikutnya dapat ditemukan pada blog ini. 

MPLS RAMAH UNTUK SD HARI PERTAMA

 Apa itu MPLS Ramah?   Kegiatan pertama murid baru yang menghormati hak anak dan membangun pengalaman belajar positif. MPLS Ramah adalah ke...